previous arrow
next arrow
PlayPause
Slider

Ketua STIH Umel Mandiri Lantik lima pejabat Struktural

Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Umel Mandiri Melantik lima pejabat Utama struktural di lingkungan di lingkungan Kampus STIH umel mandiri (30/1/2019) 

Adapun lima pejabat yang dilantik yakni Plt. Wakil ketua III Muhammad Hafiz Ingsaputro, SH.,MH, Ketua Puskon HAM Dr. Wilhelmus Renyaan, SH.,MH Ketua Unit Bantuan Hukum, Dr. Semy B.A Latunussa, SH.,MH kepala laboratorium Hukum, Dr. Yohanis Sudiman Bakti, SH.,MH dan Kepala Pangkalan Data, Boby Iskandar, S.Ip,.,MH

Menurut Ketua STIH Umel mandiri Dr. Fitriyah Ingratubun, SH.,MH bahwa lima orang ini merupakan kumpulan orang-orang terbaik yang ada di umel mandiri jayapura dengan segala potensinya masing – masing, ucapnya 

beliau menambahkan bahwa dengan status Akreditasi B yang sekarang ada keinginan untuk menaikkan lagi statusnya menjadi Akreditasi A baik Program studi Maupun Institusi, sehingga STIH umel mandiri terus berupaya melakukan langkah-langkah strategis termasuk dalam melantik dan menempatkan SDM yang mempunya Potensi dan  profesional di bidangnya masing-masing.

STIH Umel mandiri Mengadakan Rapat kerja Internal

Dalam rangka mendayagunakan sumberdaya pendidikan secara efektif dan efisien serta untuk mencapai sasaran dan tujuan penyelenggaraan urusan pendidikan, STIH Umel mandiri mengadakan rapat kerja yang melibatkan semua institusi dan unit kerja di lingkungan Kampus .

Rapat kerja dihadiri oleh Pimpinan dan pejabat struktural , Ketua Jurusan, Dosen serta para kepala tata usaha dan kasubag Akademik.

Menurut Ketua STIH Umel Mandiri DR. Fitriyah Ingratubun, SH.,MH rapat kerja ini bertujuan untuk menyusun rencana kegiatan tahun 2019/2020 yang dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini juga untuk memudahkan konsolidasi sekaligus mewujudkan program kerja demi mencapai tujuan lembaga.

“Dosen dan tenaga kependidikan juga punya andil dalam mencapai tujuan tersebut agar semakin memantapkan dirinya sebagai Sekolah Tinggi Ilmu Hukum yang semakin unggul dan tersegani di Tanah Papua.

Pelantikan Ketua STIH Umel Mandiri Jayapura

Ketua yayasan  Melantik Ketua STIH Umel Mandiri Jayapura.

Ketua Umum yayasan Umel Mandiri Jayapura Dr. H. Muhammad Husni Ingratubun, SE.,SH.,MM.,MH mengatakan pelantikan ini merupakan bagian dari dinamika organisasi yang mana jabatan yang selama ini kosong dan harus di isi, karena STIH Umel mandiri jayapura merupakan Perguruan Tinggi Swasta yang saat ini sudah terakreditasi B sehingga ada keinginan untuk menaikan peringkat akreditasinya menjadi Akreditasi A

ketua yayasan Umel mandiri Juga berharap bahwa Pelantikan ini tidak hanya sekedar Ceremonial belaka namun berdampak pada pemberian kontribusi yang nyata bagi perkembangan kampus ke depan dan pengabdian dan berkarya  terhadap Bumi Cendarawasih.

Sedang disisi tertentu Ketua STIH Umel mandiri Yang baru di lantik Dr. Fitriyah Ingratubun, SH.,MH juga menjelaskan bahwa siap mengembang amanah yang diberikan dan terkait peningkatan Akreditasi dari B ke A tidak lah merupakan hal yang sulit jika Disiapkan dari Sekarang.

 

Dosen STIH Umel Mandiri Jayapura Raih Doktor Usai Kaji Pengaturan Penanganan Fakir Miskin di Papua

DR. EDY PURWITO DALAM SIDANG AKHIR DISERTASI DI UGM 

Pemerintah Republik Indonesia telah menetapkan kebijakan pemberlakuan otonomi khusus bagi Provinsi Papua, yaitu Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2008. Pembentukan Undang-Undang tersebut merupakan upaya pemerintah dalam memajukan dan menyejahterakan rakyat Papua.

Undang-Undang ini mengandung beberapa kebijakan. Salah satunya ialah kebijakan fiscal dimana Provinsi Papua mendapatkan alokasi dana khusus. Namun,  banyak kalangan yang menilai pengelolaan dana otonomi khusus saat ini tidak tepat sasaran dan tidak ada transparansi. Sehingga, kebijakan tersebut tidak berdampak besar dalam penurunan tingkat kemiskinan. Hal inilah yang  melatar belakangi Edy Purwito mengangkat judul  “Pengaturan Penanganan Fakir Miskin Pada Era Otonomi Khusus di Provinsi Papua” pada disertasinya.

Pria yang pernah menjadi Ketua dan Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Umel Mandiri Jayapura ini sukses mendapatkan gelar Doktor di Fakultas Hukum (FH) Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Sabtu (19/11). Predikat memuaskan diperolehnya setelah melalui sesi tanya-jawab dalam Ujian Promosi Doktor di Ruang 311 FH UGM.

Ujian yang berlangsung selama kurang lebih dua  jam ini diketuai oleh Prof. Dr. Sigit Riyanto, S.H., LL.M. Sedangkan, anggota tim penguji terdiri dari Prof. Dr. Nurhasan Ismail, S.H., M. Si., Prof. Dr. Agus Pramusinto, MDA. (Dosen FISIPOL UGM), Prof. Dr. Ni’matul Huda, S.H., M. Hum. (Dosen UII), Prof. Dr. Ari Hernawan, S.H., M. Hum., Dr. Sulastriyono, S.H., M. Si., Dr. Djoko Sukisno, S.H., CN. dan Prof. Dr. Enny Nurbaningsih, S.H., M.Hum selaku Ko-Promotor.

Dalam sesi tanya-jawab, Prof. Dr. Agus Pramusinto, MDA. menanyakan kepada Promovendus mengenai inti permasalahan yang dikemukakan dari disertasi tersebut. Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP UGM) ini bertanya, “Yang salah pengaturan atau implementasinya (Otonomi Khusus) ?”. Kemudian, Promovendus menjelaskan bahwa ada permasalahan dalam dua hal tersbut. Menurutnya, pemerintah kurang memahami apa saja yang seharusnya menjadi substansi dari otonomi khusus dan praktik dari kebijakan itu juga tidak dilaksanakan secara konsisten dan transparan. (Fitri Isni Ridha)

Scroll to top